Home arrow Testimonial arrow Syaraf Mata Lumpuh

Main Menu
Home
Profil
Testimonial
Links
Contact Us
Search
Chatbox






Newsflash
Syaraf Mata Lumpuh PDF Print E-mail
Anton (bukan nama sebenarnya).

Saya memiliki anak berumur 12 tahun yang memiliki masalah pada matanya. Pada awalnya anak saya mengeluh bahwa dia merasa pusing, kepala terasa berat, dan secara fisik terlihat, kelopak matanya yang sebelah kiri, turun. Awalnya matanya tertutup  sebagian, namun lama kelamaan setelah tiga hari, kelopak mata kirinya akhirnya menutup seluruhnya. Saya dan istri sebagai orang tua merasa bingung harus melakukan apa. Akhirnya kami mencoba untuk pergi ke pengobatan medis barat bagian mata untuk mencari tahu penyebab dan penyembuhannya. Menurut diagnosa, anak saya di vonis mengalami kelumpuhan syaraf mata. Untuk memastikan hal itu, harus dilakukan pemindaian (scan) pada mata dan selaput otaknya. Dari hasil pemindaian 1 dan 2, tidak ditemukan adanya masalah atau gangguan apapun pada syaraf mata, maupun pada selaput otak. Dari hasil pemindaian tersebut juga tidak ditemukan adanya penyumbatan apapun seperti yang diduga sebelumnya.
Dari rujukan yang satu ke rujukan yang lainnya, dari pengulangan pemindaian berkali kali (scan 1 & 2 dilakukan lagi), tetap saja tidak ditemukan penyebab masalah pada mata anak saya. Akhirnya dari pengobatan medis barat, saya mencoba beralih ke pengobatan alternatif yang sering muncul ditelevisi, dengan harapan pengobatan alternatif tersebut dapat membantu menyembuhkan penyakit anak saya. Namun yang kami dapatkan kekecewaan yang sama. Kesembuhan tak kunjung datang. Akhirnya suatu ketika, dari suatu tempat pengobatan lain di daerah bekasi, saya disarankan untuk bertemu dengan bapak Samuel yang ahli totog dan akupunktur. Saya hubungi beliau lewat telepon dan akhirnya membuat janji untuk datang. Kami datang dengan harapan bahwa pilihan terakhir ini merupakan solusi yang tepat buat kami.
Ternyata metode pengobatan yang dilakukan oleh pak Sam sangat unik. Beliau menggunakan metode pengobatan medis dari timur yang memiliki filosofi yang berbeda dengan metode pengobatan barat. Beliau lebih memperhatikan keseimbangan chi (energi) yin (dingin) dan yang (panas) pada tubuh. Menurut diagnosa beliau, beliau mengatakan bahwa anak saya mengalami stagnasi chi (energi yang tersumbat) pada kelopak mata sebelah kiri. Beliau melakukan terapi totog dan akupunktur pada anak saya, selain memberitahukan makanan yang sebaiknya dimakan dan dihindari oleh anak saya, sesuai dengan struktur chi anak saya. Dari beliau saya mengetahui bahwa manusia memiliki struktur chi yang berbeda-beda serta pola makan yang berbeda juga sesuai struktur chi-nya masing-masing.
Pada terapi awal itu, anak saya menunjukkan tanda-tanda perubahan yang positif yang membuat saya memutuskan untuk melanjutkan terapi ini. Maka dari itu, setiap dua hari sekali, kami rutin datang untuk menterapi anak saya. Dan alhamdulillah, pada terapi yang ke-empat, anak saya akhirnya sembuh! Kelopak mata kiri anak saya kembali normal hingga kini!
Karena kesembuhan anak saya yang luar biasa itulah yang akhirnya membuat kami biasa rutin datang ke tempat beliau untuk terapi totog beserta akupunkturnya. Tanpa terasa kami telah berkunjung ke tempat beliau kurang lebih selama 3 tahun, sejak tahun 2005. Kami merasa puas, karena disamping keahlian beliau, beliau juga adalah orang yang rendah hati, memiliki rasa sosial dan solidaritas yang tinggi, dan tidak berorientasi kepada uang dan kekayaan.
Akhir kata kami mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, karena kami telah dipertemukan dengan bapak Samuel di kliniknya, Napigamara, dan tanpa ragu kami merekomendasikannya kepada rekan-rekan kami dikantor yang juga mengalami penyembuhan yang luar biasa!
Last Updated ( Wednesday, 16 April 2008 )
 
Next >